Muslim Versus Ahok

Muslim, Itu saja yang selalu dipikirkan oleh mereka yang ingin menyingkirkan Ahok. Seakan akan tidak ada lagi pemikiran strategis Jakarta ini mau diapakan bagusnya, bagaimana cara menjadikannya sebagai kota yang mampu bersaing dengan kota kota metropolitan di Asia, bagaimana caranya menjadi kota terdepan dalam pemberantasan korupsi dan efisiensi kinerja pemerintahan.Pokoknya harus Muslim, titik!
Seakan akan agama adalah sebuah solusi yang efektif dalam menyelesaikan masalah di Jakarta. Banjir akan menyingkir sendiri kalau pemimpinnya muslim. Korupsi akan berhenti sendiri kalau yang mimpin Muslim. Keruwetan Jakarta akan tertata dengan baik secara otomatis jika Gubernurnya muslim. Dari mana kita bisa mendapat pemikiran sedangkal itu?
Doktrin yang dicekokkan dengan massif ke kepala kepala kosong yang tidak memahami strategi politik ?
Tidakkah mereka ingat dulu ketika Megawati menjadi capres, serangan bahwa “pemimpin wanita diharamkan” begitu massifnya ?
Dan sekarang, kenapa mereka menjilat ludahnya sendiri dengan mencalonkan Gubernur seorang wanita ?
Apakah kemudian ketika seorang pemimpin benar benar mereka bisa menerimanya dengan baik ?
Jokowi muslim, tapi tetap saja di hina.

Sadarlah wahai saudaraku, Pemikiran saudara yang polos itu, mudah sekali disetir kemana mana. Agama dibawa bawa hanya untuk kepentingan dunia. Yang saudara sembah itu aksesoris, bukan Tuhan sebenarnya.
Kenapa tidak berfikir hal yang jauh lebih luas dari pada Muslim?,
Islami misalnya???
Islami itu adalah sifat yang membawa nilai ajaran Islam. Dan apakah nilai Islam itu ? Bukankah adil dalam menilai sesuatu itu adalah nilai Islam?
Bukankah melayani rakyat itu adalah nilai Islam?
Bukankah kejujuran, melawan korupsi, memperbaiki yang salah menjadi benar adalah juga nilai Islam?
Lalu, berapa lama Jakarta yang di pimpin Muslim dahulu itu benar benar membawa nilai Islam?
Saudaraku, Pintarlah sedikit. Jangan mau kita dijadikan alat untuk mereka yang ingin berkuasa dengan menunggangi kebodohan kita, memanfaatkan fanatisme sempit kita, mengelabui nalar nalar kita. Sudah terlalu banyak Iblis berbaju agama yang menjual ayat untuk onani dengan nafsunya sendiri. Kapan saudara mulai untuk berfikir dengan pintar? Beragama dengan cerdas?
Coba lihat pejabat pejabat di Medan yang masuk penjara berjamaah itu, apakah agama mereka?
Coba perhatikan kyai di Madura yang korupsi ratusan miliar itu, apa agama dia ? Coba selidiki dinasti di Banten yang memperkaya diri dan keluarganya itu dengan menginjak orang miskin, mereka itu agamanya apa ?
Pokoknya harus Muslim, Titik!!!
Sungguh benar kata Imam Ali as. “Mereka yang akalnya melemah, kebanggaan dirinya menguat.”
(Dani Siregar)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s