Memahami Arti Batin Alquran: Sirath al-Mustaqim (2)

Oleh: Prof Dr Nasaruddin Umar

Seseorang bisa dianggap fokus dan mencapai tingkat kekhusyukan sejati manakala keseluruhan unsur itu serentak menghadap dan fokus serta menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Keutuhan diri (self solidified) ini menyatakan ikrar kehambaan;
“Inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi Robbi al-‘alamin.”
Self solidified inilah yang mampu menembus batas alam gaib (mi’raj).

Self solidified ini tidak lagi memerlukan “Gua Hira”, tetapi “Gua Hira” yang proaktif mendekati dirinya.

Nabi Muhammad SAW kurang lebih enam tahun turun naik ke Gua Hira hingga mendapat “ijazah” iqra’. Setelah itu, tidak perlu lagi ke Gua Hira karena substansi Gua Hira sudah menyatu dengan dirinya.

Kata as-shiroth secara harfiah bisa berarti jalan.
Kata yang bermakna jalan di dalam bahasa Arab dan dalam Alquran dan hadits ditemukan beberapa kata. Antara lain, syari’ah bisa berarti jalan, yakni jalan kehidupan yang dituntunkan Allah.
Kata thariqah juga berarti jalan, tapi jalan dimaksud lebih kecil dan bukan jalan umum.

Dari sinilah muncul kata tarekat yang popular di kalangan para sufi, yaitu jalan alternatif yang lebih pendek menuju Tuhan.
Masih ada lagi satu kata dengan makna jalan yang lain, yakni suluk.

Suluk ialah jalan yang lebih sempit lagi atau dapat dianalogikan dengan jalan setapak. Dari sinilah berasal kata suluk dalam ilmu tarekat, yaitu orang-orang yang sedang menempuh jalan pintas menuju Tuhan.

Para penempuh jalan tarekat dan suluk sebaiknya terlebih dahulu menjadi murid, yaitu orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari ilmu dan rahasia Tuhan.
Sebagai seorang murid, diniscayakan memiliki pembimbing dan sekaligus pendamping yang dalam istilah tasawuf dikenal dengan sebutan mursyid atau syekh.
Kedua istilah pembimbing itu dalam tasawuf betul-betul sudah senior dan matang.

Kata ‘mustaqim’ diambil dari akar kata qama-yaqumu berarti berdiri, tegak, lalu membentuk kata istiqamah (konsisten), qiwamah atau qawwamah (pemimpin, pelindung), dan mustaqim (lurus, tidak fluktuatif).

Kata shirath al-mustaqim lebih sering diartikan jalan lurus (the straight path).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s