Perbedaan Itu Kawan Bukan Lawan

toolbar

Manusia diciptakan secara berbeda-beda. Tidak mungkin kita menyembah Tuhan dengan cara yang sama, pasti berbeda pula.

Bukan tanpa sebab Tuhan menciptakan kita berbeda, dalam Al-Quran dikatakan:

“Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang
(syir’atan wa minhajan).
Sekiranya Allah menghendaki niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberiannya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan
(fastabiqu al-khayrat).
Hanya kepada Allah kembali kamu semuanya (ila Allahi marji’ukum jami’a
).
Lalu diberitahukannya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.
(QS Al Maidah: 48).

Ini menandakan bahwa keragaman agama dan perbedaan madzhab (pemikiran) itu dimaksudkan untuk menguji kita semua.
Menguji agar seberapa banyak kita bisa berkontribusi untuk kebaikan umat manusia dan kemanusiaan.

Tapi tak jarang kita melihat perbedaan itu sebagi musuh, bukan sebagi kawan yang baik. Ibarat rumah, tak mungkin kita memaksa tetangga tinggal serumah dengan kita.

Pula kita banyak sekali menjumpai ceramah ustadz-ustadz di televisi, radio, maupun khatib-khatib Jumat yang ‘menganjurkan’ kebencian satu sama lain.
Hanya berbekal satu-dua ayat teks suci atau hadits, mereka mudah sekali untuk saling membenci satu sama lain, saling mengkafiri sesama muslim dan mencap orang lain (yang bukan golongan mereka) pasti masuk neraka.

Apakah ini yang dinamakan dakwah? Apakah mereka yang memegang kunci-kunci neraka?
Bukankah yang berhak menentukan seorang itu masuk surga atau neraka hanya Tuhan?
Bukankah yang berhak menentukan seseorang itu kafir atau tidak hanya Tuhan?
Mereka, para “pembela Tuhan” itu mudah sekali mencap orang sebagai kafir.

Padahal ada hadist:

Man kaffara akhohu musliman fahuwa kafirun” (Barangsiapa yang mengkafirkan saudara yang beragama Islam, justru ia yang kafir)
.

Mereka para “pembela Tuhan” itu seakan telah mengambil alih jabatan dan wewenang Tuhan. Pikiran Saya belum bisa mengerti, kenapa masih ada sebagian orang yang membatasi kasih sayang Tuhan.
Bukankah rahmat Tuhan itu tidak terbatas?

pintu menuju Tuhan itu tidak hanya satu, tetapi banyak, sebanyak pikiran manusia.
Seperti kata Al-Quran:

“Wahai anak-anaku, janganlah kalian masuk dari satu pintu yang sama, tapi masuklah dari pintu-pintu yang berbeda”
(QS Yusuf: 67).

Tradisi Musyawarah

Musyawarah bukanlah debat, melainkan proses komunikasi antar kelompok dalam rangka memahami ajaran, pemahaman, dan pemikiran suatu Agama.

Inti dari musyawarah adalah
ta’aruf
(saling memahami).
Tujuan musyawarah bukan sekedar saling memahami dan mencari titik pertemuan
(kalimatun sawa un).

Musyawarah atau di sebut juga dialog tidak akan tercapai bilamana pemahaman kita masih fanatik dan tertutup.
Mengapa demikian?
Karena pemahaman yang seperti ini akan menuntun kita kepada klaim kebenaran masing-masing penganut madzhab.

Akibatnya, pandangan seperti akan menutup upaya musyawarah dan mencari titik temu dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sosial dan keragaman.

Musyawarah Modal Utama

Berfikir secara terbuka, toleran, dan pluralis akan membawa kita kepada sebuah kesadaran tentang perbedaan suatu metode, dimana tidak menutup kemungkinan bahwa kebenaran dan keselamatan ada di setiap jalan/madzhab.
Kalau modal itu sudah kita punya, proses musyawarah pasti akan berjalan dengan baik.

Berangkat dari perbedaan yang sudah menjadi fakta sosial, musayawarah jadi modal penting sebagai salah satu solusi atas berbagai konflik antar kelompok, bahkan antar agama.
Musyawarah adalah pondasi yang harus dibangun, dikembangkan, dijaga, dirawat secara terus menerus oleh para setiap individu sebagi penganut suatu pemahaman.

Sudah barang tentu, koar koar dan kampanye musyawarah saja belumlah cukup, namun dibutuhkan aksi nyata demi terciptanya kerukunan antar madzhab, kelompok,organisasi bahkan juga antar umat beragama.

Pertanyaannya, mampukah masing-masing kelompok membangun dan melaksanakan tradisi musyawarah seperti ini? Tentu jawabannya ada pada pemikiran dan hati kita masing-masing…

http://show.buzzcity.net/show.php?partnerid=85361&get=image&bn=3″/>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s