Togel, Jalan Pintas Menuju Kaya?

Merdeka.com -Permainan tebak angka atau yang lebih populer dengan istilah toto gelap (togel) saat ini sangat digandrungi sebagian masyarakat tanah air.
Terutama masyarakat yang berada pada tingkatan menengah ke bawah.

Berdasarkan observasi yang dilakukan Direktur Eksekutif Institute for Social Empowerment and Democracy (Insed), Musni Umar, fenomena judi togel ini sangat erat hubungannya dengan masyarakat kalangan bawah.

Semua itu disebabkan sektor pendidikan pada tingkat masyarakat bawah yang rendah sehingga untuk mendapatkan pekerjaan layak sangatlah sulit.

Lalu cara instan seperti judi togel inilah yang menjadi pilihan mereka.
“Fenomena judi togel ini sangat terkait dengan masyarakat kalangan bawah.
Mereka begitu karena faktor susahnya mencari pekerjaan.
Itu disebabkan karena pendidikan rendah maka tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.
Mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan di sektor formal.
Sehingga tidak punya keterampilan. Maka Satu-satunya cara mereka seperti bekerja di sektor informal.
Ya melalui judi togel itu,” papar Murni Umar saat dihubungi via telepon Minggu (2/2).

Musni mengatakan, selain faktor pendidikan yang rendah, pemikiran masyarakat kalangan bawah ini jarang mempunyai konsep kehidupan jangka panjang, sehingga mereka berpikir dengan togel akan mendapatkan keuntungan yang cepat, dan apapun yang diinginkan akan tercapai.

“Judi togel ini sifatnya instan. Kalau anda untung anda bisa mendapatkan yang dinginkan. Orang bawah terkadang tidak punya konsep hidup untuk masa depan. Mereka hidup untuk hari ini dan habis hari ini. Akhirnya mereka melakukan judi,” terangnya.

Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ini menuturkan, perkembangan zaman yang semakin modern membuat permainan judi togel ini merambah ke dunia internet.
Menurutnya, hal itu tidaklah aneh, mengingat sekarang ini siapa pun bisa menggunakan fasilitas teknologi itu sehingga peminat judi tebak angka ini tidak hanya orangtua.

“Dengan perkembangan zaman sekarang ini maka mereka lebih canggih. Internet bisa dijamah semua umur. Jadi seiring dengan perkembangan teknologi termasuk perjudian,” ujarnya.

Dia menegaskan, fenomena negatif internet ini lebih disebabkan sistem pembangunan pemerintah yang salah dan tidak memikirkan masyarakat menengah ke bawah.
Kesenjangan sosial yang tinggi di tengah-tengah membuat masyarakat pada tingkatan yang paling rendah selalu berpikir secara instan.
Melalui pendidikan yang lebih baik, kata Musni, pemikiran instan untuk mudah mendapatkan kekayaan akan sedikit berkurang.

“Semua ini pemerintah yang salah. Orang yang memang terpinggirkan dan termarjinalkan karena konsep pembangunan Pemerintah salah. Tidak lain pemerintah harus memberikan pendidikan yang baik. Lalu memberikan keahlian. Kemudian memberikan lapangan pekerjaan. Ini tugas pemerintah,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s