Kematian Ariel Sharon, Kegembiraan Warga Palestina

Sesungguhnya orang yang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya.(QS. Al-Baqarah: 161).

Lahir diiringi tawaan, meninggal diiringi tangisan. Itulah kondisi umumnya manusia. Di saat kita dilahirkan di dunia, kita menangis sendirian, sementara orang-orang di sekitar kita menyambut dengan dengan tertawa suka cita.

Kita berharap, keadaan akan terjadi sebaliknya, di saat kita meninggal dunia, kita tersenyum sendirian, sementara orang di sekitar kita mengiringinya dengan tangisan.

Tangisan yang menandakan mereka kehilangan kita. Tangisan yang menandakan mereka mengharapkan kita. Sehingga doa kebaikan akan mereka lantunkan, mengiringi kepergian kita meninggalkan dunia yang fana.

Namun di sana ada manusia yang bernasib sebaliknya. Kematiannya justru disambut dengan gembira seluruh umat manusia. Kematiannya disambut dengan senyum dan tawa manusia di berbagai penjuru dunia.

Kebahagiaan yang menandakan kebencian mereka kepada orang yang meninggal. Di saat yang sama, doa buruk umat manusia, mengiringi kepergiannya menuju akhirat yang abadi.

Tak jauh untuk menyebutkan contohnya, Ariel Sharon, perdana menteri yang kematiannya disambut gembira oleh umat manusia di penjuru dunia. Doa buruk kaum muslimin mengiringi kematiannya, menuju murka Allah yang abadi.
Kita menjadi saksi, dia adalah manusia yang buruk…

Kita menjadi saksi atas kedzalimannya…
Kita menjadi saksi, dia manusia yang layak mendapat laknat…
Kita menjadi saksi baginya dari kalangan penduduk bumi.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan,
Suatu ketika para sahabat melihat seorang jenazah yang diangkat menuju pemakamannya. Merekapun memuji jenazah ini. Kemudian Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وجبَتْ، وجبتْ، وجبت

”Wajib.., wajib.., wajib.”
Tidak berselang lama, lewat jenazah lain. Kemudian para sahabat langsung mencelanya. Seketika, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وجبَتْ، وجبتْ، وجبت

”Wajib.., wajib.., wajib.”
Umarpun keheranan dan bertanya,
”Apanya yang wajib?”
Jawab sang Nabi,

هَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا، فَوَجَبَتْ لَهُ الجَنَّةُ، وَهَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا، فَوَجَبَتْ لَهُ النَّارُ، أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الأَرْضِ

”Jenazah pertama kalian puji dengan kebaikan, maka dia berhak mendapat surga. Jenazah kedua kalian cela, maka dia berhak mandapat neraka. Kalian adalah saksi Allah di muka bumi.”(HR. Bukhari 1367 dan Muslim 949).

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s