Selamat Jalan Madiba

Suara Merdeka– Pahlawan anti-apartheid Afrika Selatan (Afsel), Nelson Mandela, wafat dalam usia 95 tahun di Johannesburg, Kamis (5/12) malam waktu setempat atau Jumat dini hari WIB.

Sejumlah orang bernyanyi dan menari di depan rumah lamanya di Vilakazi Street, Soweto, pinggiran Johannesburg. Mereka mengambil foto, menyalakan lilin, memberikan bendera nasional, dan rangkaian bunga. Sebuah potret Mandela yang sedang tersenyum diletakkan pada sebuah pohon dengan tulisan: “Beristirahatlah dalam damai, Madiba.”

Madiba adalah panggilan spesial untuk Mandela sebagai tanda penghormatan dan kasih sayang.
Madiba diambil dari nama pemimpin klan Thembu yang berkuasa di Transkei pada abad ke-18 dan Mandela berasal dari suku tersebut.
Ubah Rezim Nelson Mandela adalah salah seorang negarawan dunia yang dihormati atas perjuangannya melawan diskriminasi rasial.

Dia berhasil mengubah rezim apartheid di Afsel menjadi sistem demokrasi multiras.
Mandela memiliki kharisma, rasa humor yang suka menertawakan diri sendiri, dan tidak menunjukkan kegetiran atas perlakuan buruk yang pernah diterimanya.

Dia memiliki kisah hidup yang menakjubkan. Ini semua menjadikan dia tokoh yang banyak dikagumi dunia.
Kendati kepergian Mandela merupakan suatu kehilangan, suasana di sekitar kediamannya tidaklah muram tetapi lebih tampak hidup.

Sebab, ini tidak hanya merupakan suasana berkabung tetapi juga sebuah perayaan bagi kehidupan Mandela yang telah menginspirasi banyak orang mengenai keadilan dan kesetaraan.

Peraih hadiah Nobel Perdamaian 1992 itu terus sakit-sakitan sejak setahun silam akibat infeksi paru.

Berulang kali, pejuang keadilan dan rekonsiliasi rasial rakyat Afsel itu keluar-masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan dan operasi perut.

“Dia kini telah beristirahat. Dia sekarang dalam damai. Negara kita telah kehilangan salah satu putra terbaik. Negara kita kehilangan seorang papak,” kata Presiden Afsel Jacob Zuma, mengumumkan kematian Mandela.

Upacara Kenegaraan

Untuk sementara, jasadnya akan disemayamkan di rumah duka di Pretoria dan pemakaman kenegaraan direncanakan akan dilangsungkan pada Sabtu (14/12) pekan depan.

Presiden Jacob Zuma mengungkapkan, upacara pemakaman kenegaraan akan dipimpin oleh dirinya. Semua bendera di Afsel diturunkan menjadi setengah tiang dan akan terus berkibar setengah tiang sampai Mandela dimakamkan Kematian Nelson Mandela membuat para tokoh dunia beruduka.

Presiden AS Barack Obama menyampaikan ucapan bela sungkawa langsung dari Gedung Putih. Dalam pidatonya, Obama sedikit mengenang perjuangan Mandela dalam memerangi penindasan bangsanya.
Dia memuji Mandela sebagai pemimpin yang meninggalkan negaranya dengan warisan kebebasan dan perdamaian.

“Mandela adalah sosok yang berjuang untuk bangsanya, membawa perubahan untuk Afrika Selatan. Dia juga membawa perubahan untuk kita semua,” ujarnya.

Obama yang merupakan presiden kulit hitam pertama AS itu bahkan telah lama menganggap Mandela sebagai inspirasi pribadinya.

“Saya adalah salah satu dari jutaan orang yang terinspirasi kehidupan Nelson Mandela. Dan selama saya hidup saya akan melakukan apa yang saya bisa belajar darinya,” ujarnya.

Sementara itu, Pangeran William mendengar kabar kematian Mandela ketika sedang menonton film tentang mantan presiden Afsel itu di London.
“Kami baru saja diingatkan tentang betapa inspiratif dan luar biasanya Nelson Mandela.
Doa saya sampaikan untuk dia dan keluarganya saat ini,” ungkapnya usai pemutaran film perdana berjudul Mandela: Long Walk To Freedom di Odeon Leicester Square. Para pemain film, termasuk aktor Inggris Idris Elba yang berperan sebagai Mandela dan Naomie Harris sebagai mantan istrinya, Winnie Mandela, juga hadir pada acara tersebut bersama dengan putri Mandela, Zindzi Mandela.

Perdana Menteri David Cameron mengatakan, Mandela adalah “pahlawan di era sekarang”.
“Nelson Mandela adalah raksasa pejuang keadilan,” ucap Sekjen PBB Ban Kimoon.
“Nelson Mandela memperlihatkan apa yang mungkin bagi dunia untuk bekerja dan berjuang bersama demi keadilan dan kemanusiaan.”

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Nelson Mandela. SBY menilai Mandela adalah pemimpin yang tidak pernah menyimpan dendam, meskipun selama hampir 30 tahun mendekam dalam penjara karena menentang politik apartheid selama masa pemerintahan kolonial berkuasa di negeri itu.

“Atas nama bangsa , rakyat, pemerintah, dan selaku pribadi, saya menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela,” kata Presiden di pendapa Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Jumat siang.

Presiden yang tengah melakukan safari kunjungan ke empat kabupaten di Pulau Madura kemudian mengutip perkataan Mandela yang fenomenal,
“Tidak ada masa depan tanpa maaf.”

Bela sungkawa juga disampaikan sejumlah warga di daerah. Di Solo, warga menyampaikan rasa duka melalui karangan bunga bergambar foto diri pria pemilik nama lengkap Nelson Rolihlahla Mandela.

Karangan bunga berukuran sekitar 3×3 meter yang diberi tema Indonesia Berkabung itu diletakkan warga di bawah patung Jenderal Brigjen TNI Anumerta Ignatius Slamet Riyadi, Bundaran Gladag, Jalan Slamet Riyadi.

Penggagas acara yang sekaligus Presiden Republik Aeng-aeng, Mayor Haristanto mengutarakan, Mandela berjasa memperkenalkan batik ke dunia internasional. Karena itulah warga Solo dan Indonesia perlu menghormatinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s