10 Pedoman Hidup Falsafah Jawa (6)

Mau dapat Pulsa Gratis?

Sambungan dari artikel sebelumya…

6.Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman

Jangan mudah heran. Jangan mudah menyesal. Jangan mudah terkejut. Jangan mudah ngambeg/manja.

Bagi orang Jawa, kemampuan guna menguasai diri dalam wujud ‘ojo gumunan’ tampaknya harus ditekankan dalam hatinya. Sehingga seseorang tidak mudah dikejutkan dan dibuat terpesona nilai-nilai yang unggul dalam orang lain. Ketika seseorang mudah heran dan terpesona, maka orang tersebut mudah kehilangan orientasi diri. Itu sebabnya, ketenangan batiniyah menjadi kunci utama.

Ojo Getunan,Jalanilah hidup dengan cara yang kita inginkan, jangan hanya mengejar impian untuk memenuhi asa orang lain. Biarkan saja si anak atau orang lain memilih jalan hidup mereka sendiri, asalkan masih dalam bingkai yang positif.

saat bekerja kadang kita banyak mengorbankan waktu,hingga keluarga terabaikan. Untuk menyikapi Kita perlu mempererat hubungan dengan anak, istri, keluarga dengan lebih banyak menghabiskan waktu bersama mereka.

Bebaskan hati dari rasa amarah, dendam, benci. Jika terpendam,akan merugikan kesehatan dan merampas kedamaian batiniyah. Kebahagian bathin merupakan pilihan oleh orang yang memutuskan, jika memutuskan untuk hidup bahagia,hati akan lebih bahagia. Dari itu,buatlah keputusan yang sadar dari hati setiap hari,agar tak pernah menyesali hidup dan kehidupan.

Ojo kagetan merupakan bagian dari filosofi Jawa yang bermakna harus mawas diri terhadap perubahan sekeliling dan lingkungan. Juga bermakna persiapan hati dalam menghadapi perubahan sekitar tanpa ikut berubah seperti sekitarnya. Seseorang yang mudah kaget/terkejut biasanya gampang panik sehingga pikiran tidak lagi jernih untuk mengambil keputusan.

Terkejut juga menghilangkan konsentrasi sehingga bisa kehilangan fokus. Konon orang yang punya penyakit jantung juga bisa mati mendadak jika terkejut.

Ojo Aleman,falsafah Jawa ini memberi nasehat seseorang dalam menyikapi keadaan hati,agar tidak selalu menjadi manusia yang hanya meminta belas kasihan. Mengharap pujian tepuk tangan atas apa yang telah ia kerjakan. Ini juga bermakna jangan suka mengeluh dengan keadaan. Bersambung…

Update Dayli | Free MP3

One comment

  1. Ping-balik: 10 Pedoman Falsafah Jawa | agus88 Mobile Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s