PBNU Nilai Penetapan Tarif Dakwah Tidak Etis

NU Online.Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai pemasangan tarif dakwah oleh penceramah sudah melompati pagar etika dakwah. Pemasangan tarif itu lebih menjurus pada komersialisasi dakwah.
Perihal ini dikemukakan Katib Aam PBNU KH Malik Madani di Kantor PBNU lantai tiga, jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (21/8) malam.
Agama Islam, lanjut KH Malik Madani, memang tidak melarang penceramah,mubalig, khatib dan da‘i untuk menerima pemberian masyarakat. Hanya saja, penentuan tarif oleh pihakpenceramah mencederai moralitas penceramah yang bersangkutan.
“Berkembang dari kasus tersebut masyarakat bisa menilai yang bukan-bukan terhadap Islam itu sendiri,” kata Katib Aam PBNU.
Kalau sudah sampai di sini, semuanya bisa celaka, tegas KH Malik Madani.
Islam sendiri, sambung KH Malik Madani, memang tidak memberikan pedoman spesifik kepada masyarakat dalam mengapresiasi para da‘i, khatib, maupun penceramah. Islam menyerahkannya kepada kebijaksanaan masyarakat.
Sesuatu yangmakrufatauurfiyah-nya saja, imbuh KH Malik Madani.
Pasalnya, kata KH Malik Madani, mereka juga manusia. Mereka memiliki kebutuhan yang sama dengan masyarakat. Mereka perlu kesehatan dan kesejahteraan sebagaimana manusia pada lazimnya.
Manusia sendiri cenderung berada di dua kutub yang berseberangan. KH Malik menyebutkan,Annasu baina tharafain naqidh.
Manusia kadang bersifatifrathdan kadang jugatafrith. Sebagian kecil da‘i, penceramah, dan khatib kadang berlebihan dengan pemasangan tarif tertentu. Sebuah masyarakat tertentu juga kadang kurang peka pada kemaslahatan para penceramah, khatib, da‘i. Mereka memberikan apresiasi yang minus bagi penceramah dan khatib, ungkap KH Malik Madani.
Ini perihal sensitif. Tetapi begitulah keadaannya, tandas KH Malik Madani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s