Mengenal Lebih Dekat Para Putri Nabi Muhammad saw

Daftar Pulsa Gratis

1. Zainab

Zainab adalah putri tertua Rasulullahsaw yang dilahirkan oleh Khadijah. Pada usianya yang ke 10 tahun, Zainab sudah menjadi incaran para pemuda yang bersaing untuk memperistrinya. Di antara para pemuda itu, akhirnya yang berhasil menjadi suami Zainab adalah Abul Ash bin Ar-Rabi. Abul Ash adalah keponakan dari Khadijah.
Abul Ash adalah pedagang yang sibuk. Dia jatuh hati pada kehalusan budi pekerti dan kecekatan kerja Zainab. Pada saat hari pinangannya, Rasulullah saw menanyakannya terlebih dahulu pada sang putri. Khadijah mendekat ke kamar putrinya dan berkata dengan penuh kasih, “Putriku Zainab, Abul Ash datang kemari meminangmu.” Zainab tak menjawab tapi juga tidakmenolak. Akhirnya, Khadijah mengerti bahwa itu tanda setuju. Hal itu disampaikan Khadijah kepadaAbul Ash. Sang pemuda pun sangat bahagia dengan jawaban Zainab.
Abul Ash adalah pemuda asli Quraisyyang memiliki hubungan dengan Muhammad saw pada nenek ketiga atau buyut, Abdu Manaf bin Qushay. Nasabnya juga bertemu pada nenek pertama dari pihak ibu yaitu Khalid bin As’ad bin Abdul Uzza bin Qushay. Ibunya bernama Halal binti Khalid, saudara Khadijah, istri Muhammad saw.
Selain berasal dari keturunan yang baik, Abul Ash terkenal sebagai orang yang jujur dan dermawan. Orang-orang Quraisy menyebutnya sebagai “Al-Amin Kedua” setelah Muhammad saw sebagai “Al-Amin Pertama”. Zainab dan Abul Ash hidupbahagia dan dikaruniai seorang anaklaki-laki bernama Ali bin Abul Ash dan seorang anak perempuan bernama Umamah.
Suatu hari, Khadijah bercerita kepada Zainab tentang wahyu yang diterima Nabi Muhammad saw di Gua Hira. Sesaat Zainab sempat khawatir tentang ancaman kaum musyrikin yang akan dihadapi ayahnya. Namun kemudian dia dan adik-adiknya merasakan kebahagiaan dan kemuliaan menjadiputri dari seorang utusan Allah.
Namun, Zainab merasa sedih karena sang suami tak langsung mengikutinya masuk Islam. Abul Ashmasih takut akan respon keluarga besarnya jika dia masuk Islam karena istrinya, Zainab. Hingga sampai saat masa isolasi di lembah Abdul Muthalib untuk menghindari siksaan kepada kaum muslimin, sang ibu, Khadijah meninggal dunia. Teror dan siksaan terus diterima pengikut Rasulullah saw, hingga akhirnya mereka berhijrah.
Setelah beberapa waktu Rasulullah saw berhijrah ke Madinah, Zainab kemudian menyusul sang ayah bersama dua adiknya, Ummu Kultsum dan Fathimah. Sedangkan adiknya yang lain, Ruqayah sudah berangkat terlebih dahulu. Zainab berangkat tanpa suaminya yang juga masih belum masuk Islam. Sesekali dirinya masih menengok rumah ayahnya di Mekah.
Hingga saat pertempuran kaum muslimin Madinah dengan kaum musyrikin Mekah meletus, Abul Ash menjadi tawanan perang sang ayah, Rasulullah saw. Tak seorang Quraisy pun yang mampu menebusnya karena harganya yang mahal yakni 4.000 dirham. Zainab yang masih sangat mencintainya akhirnya menebus Abul Ash dengan kalung pemberian Khadijah. Rasulullah saw pun sangat terharu dan membebaskan menantunya.
Di tengah kebahagiaannya bertemu dengan sang suami, Zainab kembali didera dilema Islam atau suaminya yang masih berpegang pada agama nenek moyangnya. Abul Ash kemudian menyampaikan bahwa mereka seharusnya berpisah. Zainab pun menyadari bahwa kehidupan pernikahannya kini bagai bumi dan langit karena penolakan suaminya terhadap Islam.
Waktu berlalu, Zainab tak pernah putus harapan agar suaminya masukIslam. Hingga saat perjanjian Hudaibiyah, saat masyarakat Mekah berbondong-bondong masuk Islam. Begitu juga dengan Abul Ash. Rasulullah saw dan para sahabat menyambut Abul Ash dengan haru. Beberapa ulama mengatakan mereka melaksanakan perjanjian pernikahan baru. Kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Pada tahun 8 H, Zainab meninggal dunia.
Abul Ash sangat hancur menghadapi kematian istrinya. Dipeluknya jasad istrinya sambil terus menangis, sementara para sahabat yang ikut merasakan duka tak berani melarang Abul Ash. Hingga Rasulullah saw datang melarang menantunya melakukan itu. Rasulullah kemudian memerintahkanpara wanita untuk memandikan jasad Zainab dengan siraman terakhir dengan air kapur barus.

2. Ruqayyah

Ruqayah adalah putri kedua Nabi Muhammad saw dari Khadijah. Ruqayah menikah dengan putra Abu Lahab, Utbah bin Abdul Uzza. Pernikahan itu diadakan bersamaan dengan sang adik, Ummu Kultsum yang menikah dengan putra Abu Lahab lainnya, Utaibah bin Abdul Uzza. Saat Rasulullah saw memperoleh wahyu kenabiannya, Ruqayah dan Ummu Kultsum langsung diceraikan para suami mereka yang kafir.
Rasulullah saw dan Khadijah pun merasa lega dengan kembalinya duaputri mereka dari belenggu keluarga Abu Lahab yang jahat. Allah menunjukkan kebesaran-Nya denganhadirnya pemuda Quraisy yang paling tinggi derajatnya bernama Utsman bin Affan. Utsman adalah lelaki yang dermawan dan termasuk dalam salah satu dari 10 mukmin pertama dan telah dijamin surganya.
Keputusan Utsman menikahi putri Rasulullah saw ini menimbulkan kegeraman kaum Quraisy. Pasangan suami istri ini pun ikut berhijrah dariMekah ke Madinah. Setelah sempat keguguran dan kembali ke Mekah, Ruqayah melahirkan putra pertamanya di Madinah. Putra yang diberi nama Abdullah ini meninggal saat masih berusia 6 tahun karena sakit. Saat perang Badar, Ruqayah mengalami sakit demam sehingga sang suami pun batal ikut berperang.
Ruqayah menghembuskan nafas terakhirnya bersamaan dengan terdengarnya takbir kemenangan kaum muslimin. Jenazahnya dimakamkan di Madinah.

3. Ummu Kultsum

Setelah diceraikan suaminya yang kafir, Ummu Kultsum menghabiskan waktu lama hidup sendiri bersama ibunya Khadijah. Wanita ini sibuk merawat Rasulullah bersama ibunya. Ummu Kultsum lah yang selalu menemani, menunggu, merawat dengan kasih sayang sang Rasulullah saw.
Ummu Kultsum melewati kehidupannya sebagai putri Rasulullah saw. Menyaksikan wafatnya sang ibu dan kakaknya, Ruqayah dan kemenangan kaum muslimin dalam perang Badar. Hingga suatu hari seorang pembantunya Ummu Ilyasy datang padanya menyampaikan bahwa Rasulullah saw memanggil Ummu Kultsum untuk dinikahkan dengan Utsman bin Affan.
Pernikahan pun dilangsungkan, Ummu Kultsum mengenakan pakaian yang dipakai sang kakak, Ruqayah. Ummu Kultsum hidup menjadi istri Utsman bin Affan selama 6 tahun. Ia menjadi saksi kejayaan Islam dan keberhasilan ayahnya. Ia juga bahagia dengan peran besar sang suami dalam perjuangan kaum muslimin. Hingga ia wafat pada tahun 9 H di bulan Sya’ban tanpa meninggalkan satu pun keturunan. Dia dimakamkan bersebelahan dengan kakaknya, Ruqayah.

4. Fatimah Az-Zahra


Fatimah adalah putri keempat Rasulullah saw yang lahir pada tahun ke-5 sebelum turun wahyu kenabiannya. Tahun kelahirannya bersamaan dengan saat Rasulullah saw mendapat kesempatan dari kaum Quraisy untuk menjadi hakim dalam menyelesaikan persengketaansoal peletakan Hajar Aswad.
Fatimah kecil kerap mengalami derita penganiayaan bersama ayahnya. Ia sering melihat ayahnya, Rasulullah saw memperoleh perlakuan yang kasar dan penuh teror dari kaum musyrikin Quraisy. Seperti pada suatu saat, Fatimah dari kejauhan melihat ayahnya bersujud di Kabah. Pada saat itu, Uqbah bin Abu Mu’ith menaruh kotoran binatang sembelihan di punggung beliau. Rasulullah saw saat itu hanya diam tanpa mengangkat kepala. Fatimah kecil saat itu menghampiri ayahnya, dengan berani dia menghardik Uqbah dan dengan tangan mungilnya ia membersihkan punggung Rasulullah dari kotoran tersebut.
Fatimah adalah anak kesayangan Rasulullah saw, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadist,”Fatimah adalah sepotong dariku. Aku merasakan apa yang dirasakannya, aku juga membenci apa yang dibenci putriku.” Bahkan empat wanita terbaik salah satunya adalah dia. Tiga yang lain adalah Maryam, Aisyah, Khadijah.
Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, Fatimah dan Ummu Kultsum ditinggal di Mekah, sebelum akhirnyadijemput Zaid bin Haritshah ke Madinah. Tak lama kemudian Fatimah yang saat itu berusia 18 tahun dinikahkan Rasulullah saw dengan Ali bin Abu Thalib. Pernikahan digelar secara sederhanadengan mahar 400 dirham pada bulan Rajab sesudah perang Badar.
Kehidupan pernikahan Fatimah tidakberjalan mulus. Pada suatu hari, keduanya cekcok karena Ali ingin berpoligami dan Fatimah tak rela dimadu. Fatimah pun mengadukan hal ini kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw menyadari bahwa hal ini adalah hak Ali, akan tetapi dia tak tega dengan penderitaan putri kesayangannya. Beliau kembalikecewa kepada Ali karena yang ingindinikahinya adalah cucu Abu Jahal.
Pernikahan itu akhirnya batal, Fatimah kemudian dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Hasan pada tahun 3 H. Kemudian, lahir anak laki-laki kedua yang diberi nama Husain pada bulan Syaban 4 H. Rasulullah saw sangat berbahagia dengan kehadiran dua cucu laki-lakinya tersebut.
Setahun setelah kelahiran Husain, Fatimah kembali melahirkan bayi perempuan yang diberi nama Zainab oleh Rasulullah saw. Pada saat FathuMekah (Pembebasan Mekah), Fatimah menyempatkan diri kembalike Mekah untuk berziarah di makam sang ibu, Khadijah. Hingga pada tahun 11 H, Rasulullah saw menderita sakit.
Fatimah yang duduk di samping sang ayah memperoleh pesan yang membuat hatinya sendu. Rasulullah saw mengatakan bahwa ajalnya sudah dekat. “Kelak, kaulah yang pertama menyusul ayah. Apakah kamu tak senang menjadi ratu dari wanita-wanita umatku, putriku?” hibur Rasulullah saw sambil tersenyum.
Rasulullah saw sempat pulih, Fatimah pun pulang ke rumah. Hingga beberapa hari kemudian Fatimah mendengar penyakit ayahnya kembali kambuh. Fatimah buru-buru mendatangi ayahnya di rumah Ummul Mukminin Maimunah binti Al-Harits. Rasulullah wafat di hadapan putri dan istri-istrinya. Sepeninggal ayahnya, Fatimah menghabiskan waktunya untuk berdiam diri. Hingga pada pagi hari tanggal 2 Ramadan 11 H, Fatimah memeluk semua keluarga yang menjenguknya. Ia kemudian memanggil Ummu Rafi’ dan berkata dengan suara lemah, “Tolong mandikan aku dan tempatkan aku diranjang di tengah rumah.”
Ali pulang dengan terkejut karena mendapati istrinya telah meninggal dunia. Jenazah Fatimah kemudian dimakamkan di Baqi.

* Sumber : Detik-Ramadhan

Update Dayli | Free MP3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s