Fakta di Balik Pembebasan Mekah (Fathul Makah) dari Kaum Musyrikin

Demi mendapatkan kemudahan melangsungkan umrah, Rasulullah saw menandatangani perjanjian Hudaibiyah dengan pihak kaum Quraisy. Lika-liku perjalanan Nabi saat tinggal di Madinah memiliki sejumlah pelajaran. Sedangkan di akhir itu semua, pasukan muslimin Madinah berhasil menaklukan Mekah dan mengibarkanbendera Islam mulai dari Masjidil Haram.
Bagaimanakah sebenarnya proses pembebasan Mekah (Fath al Makkah)itu dapat terjadi secara damai? Ada sejumlah fakta menarik di balik pembebasan Mekah. Berikut fakta-fakta tersebut :

1. Berawal dari Niat Umrah Rasulullah saw

Nabi Muhammad saw bersama 1.400orang dari Madinah bermaksud melaksanakan umrah dalam bulan Dzul Qadah 6 H. Tanpa bermaksud melakukan serangan, Rasulullah sawtak menyimpan senjata dan membawa binatang-binatang kurban.
Rasulullah saw kemudian mengutus 20 prajurit berkuda yang dipimpin oleh Abad bin Basyr bin Abu Sufyan untuk berangkat mendahului rombongannya. Saat Rasulullah saw sampai di Ghadir Asythah, Abad datang kembali ke rombongan dan melaporkan bahwa kaum Quraisy telah menghadang dengan pasukan perangnya di Hudaibiyah.
Rasulullah saw terus meyakinkan bahwa kedatangannya bukan untuk berperang. Akan tetapi jika kaum Quraisy menyerang, Rasulullah saw mengatakan dirinya akan melawannya. Kemudian salah seorang Quraisy menemui Rasulullahsaw dan kaum muslimin untuk bernegosiasi. Kemudian lahirlah perjanjian Hudaibiyah yang ditandatangani Rasulullah dan Suhail.

2. Perjanjian Hudaibiyah


Sebelum perjanjian Hudaibiyah, atau tepatnya sebelum Nabi Muhammad saw hijrah, terjadi sebuah peristiwa penting yakni Baiat Ridhwan. Baiat dilakukan dua kali di Bukit Aqabah Mekah. Yang pertama, berisi tentangkomitmen setia menerapkan ajaran-ajaran Islam. Sementara yang kedua, berisi tentang jaminan perlindungan keselamatan dari berbagai ancaman.
Pada Baiat Ridhwan, kaum musliminmembaiat Rasulullah saw untuk berperang sampai titik darah penghabisan dengan kaum kafir Quraisy Mekah. Baiat ini dilakukan setelah tersiar kabar bahwa Utsman bin Affan yang sebelumnya diutus Rasulullah untuk ke Mekah menyampaikan pesan tujuan Rasulullah saw ke Mekah hanya untuk umrah, bukan untuk berperang justru ditangkap dan dibunuh oleh orang-orang Quraisy.
Allah mengabadikan momen baiat ini dalma firman-Nya: “Sungguh, Allah telah meridai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu (Muhammad saw) di bawah pohon, Dia mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan memberi balasan degan kemenangan yang dekat.” (QS Al-Fath 48:18)
Baiat Ridhwan ini terdengar oleh orang-orang Quraisy Mekah yang sedang dalam kondisi penuh trauma atas kekalahan beberapa perang terakhir. Mereka pun kemudian mengirim utusan untuk menyampaikan kabar bahwa Utsman tidak terbunuh dan memintaRasulullah saw serta kaum mukmin untuk mengadakan perjanjian. Perjanjian tersebut adalah perjanjianHudaibiyah.
Perjanjian Hudaibiyah tersebut berisi:
a. Tidak akan ada peperangan antara mereka selama sepuluh tahun, selama itu orang-orang akan hidup damai dan kaum muslimin tidak akan diganggu.
b. Tahun ini Nabi harus kembali bersama pengikut beliau dan akan datang tahun depan untuk berkunjung ke Kabah bersama pengikut-pengikut beliau. Merea hanya boleh tinggal tiga hari di Mekah dengan pedang tersarung.
c. Tidak boleh ada tindakan rahasia dan perbuatan-perbuatan gelap.
d. Siapa saja yang hendak memasukipakta dengan Nabi dan mengikat perjanjian dengan beliau, dapat melakukannya; dan siapa saja yang hendak masuk dalam pakta dengan Quraisy dan mengikat perjanjian dengan mereka, boleh melakukannya.
e. Orang dari Mekah yang datang kepada Nabi tanpa izin dari walinya,harus dikembalikan, sementara orang dari Madinah, dari pengikut-pengikut Nabi yang datang kepada orang Quraisy tidak akan dikembalikan
f. Kafilah dagang Quraisy yang melalui Madinah tidak akan diganggu
Pasca ditandatangani perjanjian ini, beragam respons muncul dari kaum muslimin. Umar bin Khatab termasuk orang yang tidak sepakat dengan perjanjian ini dan menyampaikan perasaannya tersebut kepada Rasulullah. Saat menyampaikan ketidakpuasannya inikepada Abu Bakar, Abu Bakar berkata, “Wahai Ibnul Khatab, beliauitu utusan Allah. Ia tidak mungkin melakukan maksiat kepada-Nya. Allah juga tidak akan mengabaikan dirinya.”
Rasulullah kemudian menemui para sahabatnya dan meminta mereka bercukur dan menyembelih hewan kurban yang dibawanya. Namun, takseorang pun di antara mereka yang melaksanakan permintaan Rasulullah saw. Dengan perasaan kesal, Rasulullah saw menemui istrinya, Ummu Salamah dan menceritakan kejadian tersebut.
Kemudian Ummu Salamah berkata,”Rasulullah, apakah engkau ingin agar mereka melakukannya? Bangkitlah, jangan berbicara pada siapapun hingga engkau menyembelih hewan dan memanggilseseorang untuk mencuur rambut Anda.”
“Rasulullah pun bangit dan melakukan saran sang istri. Seketika para sahabat melakukan apa yang dilakukannya hingga seakan-akan mereka akan saling membunuh karena riuhnya.” (HR Al Bukhari)

3. Perang Khaibar

Beberapa bulan setelah kesepakatan perjanjian Hudaibiyah, konflik antaraQuraisy Mekah dengan kaum muslimin Madinah relatif berhenti. Masing-masing melakukan konsolidasi secara internal. Pihak Mekah merasa perjanjian itu merupakan kemenangannya. Sementara kaum muslimin yang sebelumnya merasa kecewa dengan hasil perjanjian akhirnya mengerti bahwa justru perjanjian itu menguntungkan mereka.
Quraisy Mekah yang selalu ingin menghancurkan kaum muslimin di Madinah untuk sementara waktu tidak bisa merongrong Madinah. Sehingga Madinah pun aman dari gangguan Mekah. Kaum muslimin Madinah pun menyerang beberapa tempat seperi Khaibar. Khaibar adalah daerah yang subur dengan lahan pertanian yang luas.
Di tempat inilah orang-orang Yahudi yang terusir di Madinah tinggal. Mereka diusir akibat pengkhianatan mereka terhadap konstitusi Madinah.Di tempat ini terdapat banyak benteng-benteng kuat yang bahkan pihak Roma pun sulit menakhlukkannya.
Bersama sekitar 1.400 prajurit, Rasulullah saw menuju Khaibar di penghujung bulan Ramadan Muharram tahun 7 H. Sesampainya di Khaibar, Rasulullah saw berdoa,”Ya Allah, Tuhan semua langit dan yang dinaunginya. Tuhan semua bumi dan semua yang dipikulnya. Tuhan semua setan dan semua yang disesatkannya. Tuhan semua angin dan semua yang dihembuskannya. Sesungguhnya kami meminta kepada-Mu kebaikan kampung ini, kebaikan penduduknya, dan kebaikan semua yang ada di dalamnya. Kami berlindung dari keburukan kampung ini, keburukan penduduknya, dan keburukan semua yang ada di dalamnya.”
Seragan demi serangan dilancarkan ke Khaibar. Seorang sejarawan, Waqidi menjelaskan tentang proses penakhlukan Khaibar. Dijelaskan saat sebagian orang Yahudi telah pindah dari benteng Na’im dan benteng Sha’ab bin Mu’adz ke benteng Zubair, Rasulullah tetap melanjutkan pengepungan terhadap benteng tersebut dengan maksud menaklukannya.
Kemudian seorang Yahudi datang kepada Rasulullah membocorkan rahasia para pasukan Yahudi denganjaminan pasukan muslimin menjaga keselamatan harta dan keluarga priaYahudi tersebut. Rahasia itu adalah anak sungai di belakang benteng. Rasulullah pun mengutus pasukannya untuk memutus aliran sungai sehingga orang Yahudi terpaksa keluar menghadapi pasukan muslimin.
Pasukan muslimin berhasil menaklukan Khaibar.

4. Pengkhianatan Mekah terhadap perjanjian Hudaibiyah


Pihak Quraisy Mekah melakukan pengkhianatan terhadap perjanjian Hudaibiyah terutama di poin gencatan senjata. Pada suatu ketika,Bani Bakar mendatangi para pembesar Quraisy di Mekah. Mereka meminta bantuan personel dan persenjataan untuk menyerang klan Khuza’ah yang berada di bawah perlindungan kaum muslimin.
Orang-orang Quraisy pun menyanggupinya, namun mereka sadar sedang dalam masa gencatan senjata. Mereka pun malakukan penyamaran dan melakukan penyerangan saat Klan Khuza’ah sedang lelap. Sebanyak 20 orag Khuza’ah tewas dalam penyerangan itu.
Rasulullah yang mendengar kabar penyerangan itu kemudian berdiri, dan menyibakkan selendangnya sambil berkata, “Aku tidak akan ditolong jika tidak menolong Bani Ka’ab sebagaimana aku menolong diriku sendiri. Sesungguhnya awan ini akan t
ersibak untuk kejayaan Bani Ka’ab.”
Di Mekah, pasca peristiwa ini, orang-orang Quraisy menyesali perbuatannya. Mereka sadar akan konsekuensinya yaitu perang dengankaum muslimin. Mereka sempat mengirimkan utusan yang bernama Abu Sufyan bin Harb untuk menegosiasikan kembali perjanjian itu dengan Rasulullah saw. Namun tidak ada sepatah katapun dari Rasulullah saw sebagai tanda penolakan.

5. Rasulullah saw Bebaskan Mekah


Setelah penolakan terhadap Abu Sufyan, Rasulullah menyiapkan pasukan dan persenjataan untuk menyerang Mekah. Pergerakan ini tidak diketahui oleh para Quraisy.
Sedangkan Quraisy kembali mengiriman Abu Sufyan yang kali iniditemani oleh Hakim bin Hizam dan Badil bin Waraqa’ untuk meminta kejelasan sikap Rasulullah. Mereka juga mencari tahu tentang rencana apa yang sedang disusun Rasulullah saw. Mereka dibawa oleh pasukan muslimin ke hadapan Rasulullah sawdan mereka menyatakan diri masuk Islam.
Rasulullah saw kemudian mengutus Abu Sufyan untuk kembali dan menyampaikan kepada kaum Quraisy bahwa dirinya dan pasukan muslimin sedang menuju Mekah dengan pasukan berjumlah besar. Beliau mengatakan bahwa orang-orang Quraisy yang masuk rumah Abu Sufyan akan aman saat pasukanmuslimin datang. Siapapun yang masuk Masjidil Haram juga akan aman. Beliau juga menyatakan pasukannya akan menyerang orang-orang Quraisy yang menyerang kaum muslimin.
Saat sampai di Kabah, Rasulullah membersihkannya dari berhala-berhala sambil berucap, “Kini yang benar telah datang, yang batil telah lenyap dan tidak akan penah kembali.” Demikian kabah dibersihkan dari berhala-berhala.

6. Kumandang Azan Pertama di Ka’bah


Rasulullah kemudian memerintahkanUtsman bin Thalhah untuk mengambil kunci Kabah, sekaligus mengamanatkan kunci tersebut kepadanya. Setelah itu, Rasulullah memanggil Bilal bin Rabah untuk mengumandangkan azan yang pertama kalinya di Mekah, di MasjidilHaram yang sudah bersih dari berhala.
Tidak lama kemudian, masyarakat Mekah berbondong-bondong masuk Islam. Allah melukiskan peristiwa inidalam firman-Nya, “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima Tobat.” (QS An-Nashr 110: 1-3)
Di dalam Shahih Al-Bukhari disebutkan riwayat bahwa setelah masyarakat Mekah masuk Islam, Rasulullah saw berpidato “Kota Mekah telah diharamkan manusia. Tidak dihalalkan bagi siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menumpahkan darah di Mekah atau menebang pohon. Jika ada yang memerangi Rasulullah di Mekah, katakanlah kepadanya ‘Allah telah mengizinkan Rasul-Nya, tapi tidak mengizinkan kalian. Dan izin Allah kepada rasulnya pun hanya sebentar dan hanya di siang hari. Hari ini Mekah menjadi haram seperi sebelumnya. Dalam peristiwa fathu Mekah ini, Rasulullah saw masuk ke Mekah dengan memakai serban warna hitam di kepala beliau.” (HR Muslim)

* Sumber : Detik-Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s