Abu Nawas Dan Perselisihan 2 Wanita

Dowload UC Browser

Abu Nawas,si manusia cerdik asal negeri 1001 Dongeng kali ini lagi-lagi diuji. Suatu ketika, Khalifah Harun Al Rasyid memanggilnya ke istana.Khalifah lagi di buat bingung oleh 2 wanita yang berselisih atas seorang bayi mungil. Sang khalifah telah berupaya segala langkah damai,namun usahanya gagal. Kedua wanita itu tetap mati-matian saling mengaku sebagai pemilik yang sah bayi tersebut.

Perselisihan ini sampai berlarut-larut. Langkah terakhir, Sang Khalifah terpaksa memanggil Abu Nawas guna di mintai pertolongan. Sudah mafhum di kalangan kerajaan,dari pikiran Abu Nawaslah selalu keluar ide-ide gila yang tak tepikirkan banyak orang untuk menyelesaikan sebuah permasalahan.

Lalu, datanglah Abu Nawas ke istana. Sang Khalifah tampaknya lebih mempercayai Abu Nawas daripada hakim untuk urusan ini. Kedua wanita dihadapkan ke persidangan dan Abu Nawas berperan sebagai hakim. Ketika persidangan berjalan, Abu Nawas tidak langsung memberikan keputusan solusi saat itu juga. Baru keesokannya Abu Nawas mencetuskan ide yang cemerlang. Di
saat sidang hari kedua, semua hadirin termasuk Khalifah meyakini Abu Nawas yang dikenal pandai dan cerdik itu mampu menyelesaikan kasus tersebut.

Tak berapa lama,Abu Nawas pun mengeluarkan keputusan yang dianggap ‘gila’. Keputusan Abu Nawas membuat semua hadirin yang datang termasuk sang khalifah tercengang. Apa keputusannya ? Ia memerintahkan algojo untuk membelah dua bayi mungil itu dengan pedang.
Sontak 2 wanita itu kagett dan marah. Mereka bertanya, apa yang akan dilakukan Abu Nawas terhadap bayi yang tidak berdosa.

Abu Nawas lalu berkata : “Sebelum saya mengambil keputusan, apa salah satu diantara kalian bersedia mengalah dan menyerahkan bayi itu kepada yang memang berhak memilikinya?”
“Tidak, bayi itu adalah anakku,”Jawab kedua wanita itu serempak.

Dua wanita itu masih belum ada yang bersedia mengalah meski algojo sudah mengeluarkan pedangnya. Abu Nawas akhirnya memutuskan membelah bayi itu menjadi dua. Sebagian untuk wanita yang pertama, sebagian lagi buat wanita kedua.
“Jangan, tolong jangan belah bayi itu. Biarlah, aku rela bayi itu seutuhnya diserahkan kepada wanita itu,” pinta wanita kedua dengan suara setengah berteriak.
Sementara itu,wanita pertama tak berkata kecuali hanya diam dan kaget.

Mendengar hal itu, Abu Nawas tersenyum lega. Dengan segera dia menyerahkan bayi itu kepada perempuan kedua yang memohon tadi. Menurut Abu Nawas, tidak ada satu pun seorang ibu yang tega anaknya disembelih. Seorang ibu lebih memilih dirinya menderita dari pada anaknya.

Akhirnya si wanita pertama di hukum sang Khalifah karena pengakuan palsunya,sementara wanita kedua dengan senang hati dapat bersama lagi dengan si bayi mungil tersebut.

Great mobile sites

Free MP3 Music | Update Daily

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s